Capaian Pembelajaran 6, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (CP 6 TJKT)
COVER
KATA PENGANTAR
Terima kasih telah mengunjungi Blog yang sepi ini, sebagai imbalannya saya akan menjelaskan dengan singkat mengantarkan penjelasan sebelum materi yang ada dicapaian pembelajaran 6.
DAFTAR ISI
1. KATA PENGANTAR
2. DAFTAR ISI
3. TUJUAN
4. PEMBAHASAN
1. Prinsip Dasar System IPv4/IPv6, TCP IP, Networking Service
2. System Keamanan Jaringan Telekomunikasi, system seluler, system microwave.
3. System VSAT IP, System Optik, dan WLAN.
5. KESIMPULAN & PENUTUPAN
TUJUAN
- Memahami prinsip dasar system IPv4/IPv6, TCP IP, Networking Service
- Memahami system keamanan jaringan telekomunikasi, system seluler, system microwave.
- Memahami system VSAT IP, system optik, dan WLAN.
PEMBAHASAN
1. Prinsip Dasar System IPv4/IPv6, TCP IP, Networking Service
IPV4 atau singkatan dari Internet Protocol Version 4 merupakan sebuah protokol untuk penggunaan paket penggantian Link Layer Networks seperti ethernet. IPv4 menawarkan alamat yang banyaknya diperkirakan hingga 4,3 milyar karena IPv4 hanya memiliki 32 bit
IPV 6 atau singkatan dari Internet Protocol Version 6 merupakan sebuah protokol yang lebih mutahir dan fitur yang lebih bagus dibanding IPv4. Ia memiliki mkemampuan untuk memberikan angka alamat yang jumlahnya tidak terbatas karena IPv6 memiliki 128 bit. IPv6 menggantikan IPv4 dalam rangka untuk mengakomodir pertumbuhan angka dari jaringan di seluruh dunia dan membantu menyelesaikan masalah alamat IP yang kelelahan.
Salah satu perbedaan antara IPV4 dan IPV 6 adalah penampilah dari alamat IP. IPv4 mrnggunakan empat 1 byte angka decimal, yang dipisahkan dengan titik (contohnya 192.168.1.1), sedangkan IPv6 menggunakan angka hexadesimal yang dipisahkan dengan titik dua ( contoh: fe80::d4a8:6435:d2d8:d9f3b11).
Fitur Perbedaan
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.
IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.
Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.
IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.
Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.
IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.
Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.
IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.
Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.
IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.
Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.
IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai
Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.
IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.
Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.
IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.
Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.
IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi
Sources:
- https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-ipv4-dan-ipv6-lantas-apa-perbedaannya/13790/4
- https://inet.detik.com/cyberlife/d-1374132/apa-perbedaan-ipv4-dan-ipv6
- https://id.wikipedia.org/wiki/IPv6
TCP adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.TCP umumnya digunakan ketika protokol lapisan aplikasi membutuhkan layanan transfer data yang bersifat andal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan tersebut. Contoh dari protokol yang menggunakan TCP adalah HTTP dan FTP.
(TCP)Sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fjagad.id%2Fpengertian-tcp%2F&psig=AOvVaw2PzJDMXzd51jLzxoCKx6ce&ust=1684565163764000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCICvzrLkgP8CFQAAAAAdAAAAABAE
Networking Service
Networking sendiri dianggap penting dalam perkembangan karier karena memiliki banyak manfaat. Adapun beberapa manfaat jaringan adalah meningkatkan social capital, meningkatkan skill set dan general knowledge, menemukan kesempatan bisnis market, meningkatkan brand awareness, menumbuhkan self-confidence.Networking tidak selalu harus bertemu dengan orang baru. Networking juga dapat dilakukan dengan memperkuat relasi yang sudah ada melalui friend-of-friend mindset.
(Networking Service)Sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.justdial.com%2FDelhi%2FComputer-Networking-Services%2Fnct-10115358&psig=AOvVaw0e11ycQoX5DXM1U82Bu5-j&ust=1684565402930000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCIDc4KTlgP8CFQAAAAAdAAAAABAE
2. System Keamanan Jaringan Telekomunikasi, system seluler, system microwave.
Sistem Keamanan Jaringan Telekomunikasi
Sistem keamanan jaringan telekomunikasi adalah istilah yang luas dan menyeluruh yang menjelaskan solusi perangkat keras dan perangkat lunak serta proses atau aturan dan konfigurasi yang berkaitan dengan penggunaan jaringan, aksesibilitas, dan perlindungan ancaman secara keseluruhan.
Sistem keamanan jaringan telekomunikasi melibatkan kontrol akses, perangkat lunak virus dan antivirus, keamanan aplikasi, analisis jaringan, jenis keamanan terkait jaringan (titik akhir, web, nirkabel),firewall , enkripsi VPN, dan banyak lagi.
Manfaat keamanan jaringan:
Keamanan Jaringan sangat penting dalam melindungi data dan informasi klien, menjaga keamanan data bersama dan memastikan akses yang andal dan kinerja jaringan serta perlindungan dari ancaman dunia maya.
Sumber:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fsistem-komputer-s1.stekom.ac.id%2Finformasi%2Fbaca%2FSistem-Keamanan-Jaringan-Untuk-Proteksi-Perangkat-Komputer%2Fa3cca8ddb848549ea1228799aa74cbccf8a24882&psig=AOvVaw1rKDsSy2fGKDd23b20kxEl&ust=1684565537831000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCMDQieXlgP8CFQAAAAAdAAAAABAW
System Seluler
Sistem seluler adalah suatu sistem komunikasi yang dapat memberikan layanan telekomunikasi baik data, voice, maupun video dimana akses pelanggannya dapat dilakukan dalam keadaan bergerak.
Sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.centipedia.net%2Fevolusi-teknologi-jaringan-seluler-dari-1g-hingga-5g%2F&psig=AOvVaw1ZtoTsYycqt_KVg0FWVH39&ust=1684565869081000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCOiCgYPngP8CFQAAAAAdAAAAABAS
System Microwave
Microwave Link adalah sistem komunikasi radio titik ke titik (point to point) melalui gelombang mikro yang antara lain digunakan pada sistem backbone telekomunikasi, dan transmision link, serta mempunyai fungsi untuk mentransmisikan informasi dari satu stasiun/titik ke stasiun/titik lain (point to point).
Kelebihan Microwave Link : 1) Dapat membawa jumlah data yang besar. 2) Biaya murah karena setiap tower antena tidak membutuhkan lahan yang luas. 3) Bandwidth lebar. 4) Mudah dalam instalasi.
Kekurangan Microwave Link : 1) Jarak jangkauan terbatas. 2) Rentan terhadap cuaca seperti hujan. 3) Rawan interferensi RF. Bandpass filter adalah filter yang dapat memblokir komponen frekuensi rendah yang tidak diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi tertinggi.
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fencyclopedia.pub%2Fentry%2F24555&psig=AOvVaw1KcS-dhVhtorPEdAiThDQl&ust=1684565970910000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCIDqxrPngP8CFQAAAAAdAAAAABAJ
3. System VSAT IP, System Optik, dan WLAN.
System VSAT IP
VSAT IP merupakan layanan internet berbasis satelit yang dapat melayani kebutuhan komunikasi data mulai dari 2.4 Kbps hingga 2 Mbps dan dipastikan tidak akan terputus meski berada di lokasi terpencil sekalipun. Secara umum, VSAT bekerja dengan cara sebagai berikut, Informasi yang ditransmisikan akan diteruskan ke hub dan kemudian ditransmisikan melalui VSAT di Bumi ke satelit. Bagian satelit berfungsi sebagai penguat frekuensi. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink(5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downoad (3,7 sampai 4,2 GHz). Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA.
(konfigurasi VSAT IP) Sumber:
https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Ftelkomakses2015.blogspot.com%2F2013%2F01%2Fkonfigurasi-vsat-ip-sistem-komunikasi.html&psig=AOvVaw29Mb6HZS8cRZByIBq_0QaQ&ust=1684566371261000&source=images&cd=vfe&ved=0CBEQjRxqFwoTCPDqtvLogP8CFQAAAAAdAAAAABAE
System Fiber Optik
Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. berikut komponennya, yaitu Bagian Inti (Core) Bagian inti fiber optik terbuat dari bahan kaca dengan diameter yang sangat kecil (diamaternya sekitar 2 μm sampai 50 μm), Bagian Cladding, Bagian Coating / Buffer, dan Bagian Strength Member & Outer Jacket. Prinsip kerja Fiber optik tergantung pada prinsip jumlah refleksi internal. Refleksi cahaya atau dibiaskan berdasarkan sudut yang menyerang permukaan. Prinsip ini berpusat pada cara kerja serat optik. Membatasi sudut di mana gelombang dikirim memungkinkan untuk mengontrol secara efisien sampai ketujuan.
System WLAN
WLAN (Wireless Local Area Network) merupakan salah satu jaringan yang berjenis nirkabel. Batas jangkauannya terbatas di area yang lebih kecil. Biasanya jaringan yang satu ini bisa ditemukan dengan mudah di beberapa tempat, seperti sekolah, kampus, hotel, pelabuhan, tempat wisata, dan sebagainya. Ada empat komponen utama dalam membangun jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) yaitu Access point, wireless Local Area Network Interface, Mobile/Deskop PC dan Antena. WLAN merupakan suatu jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat untuk transmisi data, untuk megakses jaringan WLAN menggunakan jaringan nirkabel dengan frekuensi radio.
KESIMPULAN & PENUTUPAN
Berdasarkan pembahasan di atas, kita jadi mengetahui juga dengan harapan bisa memahami prinsip dasar system IPv4/IPv6 hingga system WLAN. sekian dari blog saya, saya ucapkan terima kasih.
TUTUP.
COVER
Komentar
Posting Komentar